20
Nov

Dear teman,

Sekali-kali simaklah pertunjukkan balap mobil Formula Satu di televisi. Semua pembalap berlomba memenangkan pertandingan, memacu mobilnya dengan kencang. Ternyata, hal terpenting dalam strategi untuk memenangkan perlombaan adalah Pit-Stop (berhenti sejenak). Tak seorang pembalap, betapapun kencangnya mereka melaju, bisa memenangi lomba tanpa mengambil paling tidak sekali Pit-Stop.

Dalam Pit-Stop, para pembalap melakukan penyegaran, menerima arahan, melakukan perbaikan mesin, mengisi tangki bensin, mengganti ban, dan berangkat lagi dalam keadaan segar dan semangat baru. Lomba Formula Satu adalah soal adu kecepatan dan strategi. Dan kemenangan sering ditentukan oleh soal penentuan waktu serta manajemen Pit-Stop itu.

Dalam kehidupan kita sehari-hari, Pit-Stop dapat diwujudkam dalam berbagai bentuk, mengikuti pelatihan atau pencerahan, membaca buku yang mencerahkan, istirahat makan siang, melakukan obrolan dengan sahabat, bercengkerama dengan keluarga, berlibur ke suatu tempat. Pit-Stop membantu kita dalam meraih kehidupan yang utuh.

Banyak orang yang kelihatannya terlalu sibuk. Mereka bekerja begitu keras untuk meraih kesuksesan hidup. Namun yang terjadi, banyak diantara mereka bagai kelelawar yang terbang di siang hari. Begitu banyak sinar matahari namun justeru sang kelalawar tak mampu melihat. Bila kita terlalu sibuk, kita akan lupa untuk menikmati hidup. Kita banyak melakukan kegiatan namun kita lupa apa yang kita lakukan dan untuk apa kita melakukannya. Walau kita sibuk namun hidup kita kering dan gersang.

Saatnya kita melakukan Pit-Stop. Renungkanlah untuk apa kita hidup? Mau kemana setelah kehidupan? Sudah berapa lama anda bekerja? Dan hal terbaik apa yang pernah anda ber ika n kepada keluarga dan lingkungan anda? Luangkanlah waktu sejenak (Pit-Stop) untuk mendengarkan celoteh dan cerita keluarga kita dengan penuh perhatian.

Kunjungilah orang tua anda. Berceritalah tentang pengalaman membahagiakan bersama mereka. Tanyalah masa kanak-kanak kita yang membuat mereka bahagia. Minta izinlah untuk tidur dipangkuannya. Mohonlah agar tangannya yang telah keriput membelai dan mengusap wajah anda. Ciumilah tangan yang dulu pernah memandikan dan menggendong anda.

Begitu pula kunjungilah sahabat-sahabat anda, guru sekolah maupun guru kehidupan anda. Kunjungi pula orang-orang yang berjasa dalam hidup anda. Kunjungi tetangga anda, Dan jangan lupa, kunjungi dan tengoklah rumah ibadah yang juga merindukan kehadiran anda.

Lakukanlah Pit-Stop, maka hidup anda akan semakin bermakna. Keberadaan anda dirindukan orang-orang di sekitar anda. Pit-Stop menjadikan hidup kita lebih hidup.

——————————————————————————–

Sediakan waktu untuk bekerja; itulah harga sebuah keberhasilan.

Sediakan waktu untuk berpikir; itulah sumber kekuatan.

Sediakan waktu untuk bermain; itulah rahasia awet muda.

Sediakan waktu untuk membaca; itulah landasan kebijaksanaan.

Sediakan waktu untuk berteman; itulah jalan menuju kebahagiaan.

Sediakan waktu untuk bermimpi; itulah yang membawa kereta anda ke bintang.

Sediakan waktu untuk tertawa; itulah musik jiwa.

Sediakan waktu untuk berekreasi; itulah waktu terbaik yg bisa kamu berikan untuk diri sendiri.

Sediakan waktu untuk mencintai dan dicintai; itulah hak istimewa yg diberikan Tuhan

di sadur dari berbagai sumber

by agus imam s

No related posts.

One Response to “pit stop kehidupan”

Setuju………tulisan yang benar-benar menggugah,
Memang saat mata kita sedang tetutup oleh kesibukan kerja, rasanya tak ada hal lain yang pantas diperhatikan selain itu. Padahal secara fisiologis tubuh kita juga perlu istirahat, otak kita perlu penyegaran, jiwa kita perlu dimanja, dan orang-orang terdekat perlu perhatian kita

November 20th, 2008