09
Feb

Dear teman- teman,

Untuk menyambut hari ulang tahun perusahaan kita yang ke 13 maka saya atas nama panitia tsb ingin memberikan informasi sbb :

1. UNIFORM / SERAGAM

Performansi sebuah perusahaan jelas nampak pada diri karyawannya, kalo karyawannya terlihat elegant, enerjik, rapi berbusana hampir dapat dipastikan bahwa perusahaannya adalah perusahaan bonafide atau secarta kasarannya keprofesionalismean perusahaan dapat diukur dari penampilan karyawannya.

Karena saya punya pengalaman pribadi yang tidak akan saya lupakan yaitu :

Pada saat saya bekerja dilapangan, saya memakai pakaian yang menurut saya sudah dalam level menengah

Celana jeans merk LEVI’S seri 501, kaos  RIP CURL karena ada sesuatu hal yang mengharuskan saya untuk bertemu / mengunjungi kantor user kita. Baru sampai di pos satpam langsung ditanya macem macem bahkan sampai tas punggung yang berisi laptop dll digeledah habis dengan alasan ” maaf pak, pemeriksaan kami harus ketat karena dikantor ini banyak sekali penyusup yang masuk dan maaf sekali lagi pak gaya dan busana bapak ada kemiripan nya”.

oh my god, sudah sebegini parahkah style ku.

5 hari kemudian aku kembali ke kantor user tsb tetapi dengan mengenakan baju seragam warna hitam, kebetulan juga paginya aku ikut bantu teman teman dilapangan dan bagian belakang baju ada banyak bercak terkena percikan air semen dan maklum aja karena baju yang aku pakai hitam jadi kontras banget dech.

Sampai di pos satpam lapor dan satpam yang mengeledah aku dulu tidak ada dan anehnya tanpa banyak bicara lagi si satpam tersebut langsung mengantar aku ke pejabat yang aku tuju, iseng iseng aku tanya sama satpam itu “pak knp kok dulu aku pake digeledah macam maling aja seh ? ” trus si satpam menjawab “mungkin yg lalu bapak pake pakaian bebas ya ?”  lalu aku menjawab ” iya “. nah itu pak sebabnya krn kalau bapak pakai seragam kan jelas tanpa satpam bertanya pun sudah tau klo bapak dari instansi mana”.

Upssssssssss ternyata itulah sebabnya, fungsi dari seragam tersebut ya atau biarpun seragam itu sudah lusuh dan kotor kita tetap akan dihargai oleh orang lain karena itu sdah menunjukkan identitas perusahaan kita.

Sebab itulah maka perusahaan kita sudah mengeluarkan seragam (uniform) baru di bulan Februari 2009 dan aku yakin bagi yang kurang nganteng atau cantik apabila memakai seragam baru akan terdongkrak minimal 30 % tapi ya dasarnya juga seh klo emang wajah katro & ndeso susah jg naiknya he…..he….. ( minum es juice buah belimbing this isi just kidding).

2. PENGAJIAN / TASYAKURAN

Untuk lebih meningkatkan amal & taqwa maka perusahaan kita akan mengadakan tasyakuran yang bertempat di depan kantor kita yang kurang lebih acaranya hari Jum’at tanggal 20 Februari 2009 yaitu :

a. sholat jum’at berjamaah di masjid dekat kantor (untuk karyawan muslim)

b. Mengundang anak yatim dari suatu yayasan yang kira kira bermakna kita harus saling berbagi kegembiraan ke sesama.

c. Acara tasyakuran ba’da isya kita juga mengundang ulama untuk memberikan ceramah yang mana semoga isi ceramah dapat menggugah semangat dan lebih mendekatkan diri pada sang pencipta dengan menjauhi segala larangan nya (mantap jg ya kata2 P agus he…he…)

d. Ini dia acara yg ditunggu tunggu yaitu perbaikan gizi alias makan makan, karena aku tau temen2 semua yg berada di project sering telat makan he….he…..

3.TOURNAMENT FUTSAL.

Biar pada sehat dan bersemangat kantor kita pun mengadakan tournament futsal yang memperbutkan total hadiah uang cash sebesar  5 juta rupiahhhhhhhhh yang bertempat di LEGOKS FUTSAL VILLAGE atau nang lapangan futsal ndeso legok.

4. OUTBOND DI TRAWAS

Outbond hemmmmm hemmmmmm mantap

seperti postingan ku terdahulu tentang outbond pasti dah pada paham dech makna & tujuannya (bagi yang baca seh), acara ini dikemas dalam dua episode yaitu :

a. Paint Ball by shoot gun

b. Fun games

Semoga temen temen dapat mengikuti semua rentetan acara itu ya

salam

ayah icha & mido

02
Feb

Gak terasa ya tanggal 1 Februari 2009 terlewati, ada yang ingat gak ya hari itu merupakan hari yang sangat bersejarah untuk kita ??????????????

Ada yang masih ingat ?????????

Yup, 1 Februari 13 tahun yang lalu ada muncul sebuah nama yaitu CV. INDO MULYA di jawa timur dan alhamdulillah nama tersebut sampai hari ini masih ada dan  tetap eksis di dunia OSP Telekomunikasi secara nasional dengan nama yang tetap sama tetapi ada perubahan di status nya menjadi PT. Indo Mulya.

Kalau kita ambil gambaran usia tersebut dalam pendidikan sekolah adalah siswa kelas 1 atau kelas 2 SMP, yang mana adalah telah lewatnya masa kanak kanak ke masa remaja atau istilahnya ABG (anak Baru Gede) maksud nya bukan anaknya “Pak Gede” loh.

Masa ini adalah masa peralihan yang mana sekarang kita sudah meninggalkan gaya bekerja yang konvensional ke gaya bekerja yang produktif, efesien, inovatif, modern, tepat waktu, transparan, teknologi informasi serta tepat mutu tetapi tidak meninggalkan kulture timur.

Perjalanan berat 1 tahun yang lalu dapat kita lalui bersama, project project di Sumatera, Sulawesi, Jawa Timur dapat kita selesaikan dengan baik dan kalaupun masih ada kekurangan nya akan kita perbaiki dan sebagai koreksi untuk kita bersama agar di tahun 2009 ini atau  di tahun tikus tanah (menurut kalender cina) kita bisa memperbaikinya sebagai bekal kita untuk terus maju.

Aku hanya bisa mendoakan agar perusahaan kita ini tetap eksis dan bertambah maju agar semua teman teman dapat terus bersama bekerja secara team di era krisis gl0bal ini.

Semoga di hari ulang tahun yang ke 13 ini pimpinan kita, orang tua kita & panutan kita yaitu Bapak  Suhartono dan keluarga semoga sehat selalu dan selalu di limpahi rahmat & barokah oleh Allah SWT sehingga bisa terus memimpin kita para karyawannya untuk terus dapat bekerja di perusahan yang sangat kita cintai.

Dan semoga juga perusahaan kita ini dapat melewati adanya krisis global dan terus mendapatkan project project.

salam

ais.

comment please and say happy birthday  indo mulya

02
Feb

Selesai mengurus keperluan di Medan, saya harus kembali ke camp. Mengingat
jalan tol yang juga padat, saya menyusuri jalan lama. Terasa
mengantuk, saya singgah sebentar di sebuah restoran. Begitu memesan
makanan, seorang anak lelaki berusia lebih kurang 12 tahun muncul di
depan.

“Abang mau beli kue?” Katanya sambil tersenyum. Tangangnya segera
menyelak daun pisang yang menjadi penutup bakul kue
jajanannya. “Tidak Dik, Abang sudah pesan makanan,” jawab saya
ringkas. dia berlalu.

Begitu pesanan tiba, saya langsung menikmatinya. Lebih kurang 20
menit kemudian saya melihat anak tadi menghampiri pelanggan lain,
sepasang suami istrisepertinya. Mereka juga menolak, dia berlalu
begitu saja.

“Abang sudah makan, tak mau beli kue saya?” tanyanya tenang ketika
menghampiri meja saya.

“Abang baru selesai makan Dik, masih kenyang nih,” kata saya sambil
menepuk-nepuk perut. Dia pergi, tapi cuma di sekitar restoran. Sampai
di situ dia meletakkan bakulnya yang masih penuh. Setiap yang lalu
dia tanya, “Tak mau beli kue saya Bang, Pak… Kakak atau Ibu.” Molek
budi bahasanya.

Pemilik restoran itupun tak melarang dia keluar masuk restorannya
menemui pelanggan. Sambil memperhatikan, terbersit rasa kagum dan
kasihan di hati saya melihat betapa gigihnya dia berusaha. Tidak
nampak keluh kesah atau tanda-tanda putus asa dalam dirinya,
sekalipun orang yang ditemuinya enggan membeli kuenya.

Setelah membayar harga makanan dan minuman, saya terus pergi ke
mobil. Anak itu saya lihat berada agak jauh di deretan kedai yang
sama. Saya buka pintu, membetulkan duduk dan menutup pintu. Belum
sempat saya menghidupkan mesin, anak tadi berdiri di tepi mobil. Dia
menghadiahkan sebuah senyuman. Saya turunkan kaca jendela. Membalas
senyumannya.

“Abang sudah kenyang, tapi mungkin Abang perlukan kue saya untuk adik-
adik, Ibu atau Ayah abang,” katanya sopan sekali sambil tersenyum.
Sekali lagi dia memamerkan kue dalam bakul dengan menyelak daun
pisang penutupnya.

Saya tatap wajahnya, bersih dan bersahaja. Terpantul perasaan kasihan
di hati. Lantas saya buka dompet, dan mengulurkan selembar uang Rp
20.000,- padanya. “Ambil ini Dik! Abang sedekah… Tak usah Abang
beli kue itu.” Saya berkata ikhlas karena perasaan kasihan meningkat
mendadak. Anak itu menerima uang tersebut, lantas mengucapkan terima
kasih terus berjalan kembali ke kaki lima deretan kedai. Saya gembira
dapat membantunya.

Setelah mesin mobil saya hidupkan. Saya memundurkan. Alangkah
terperanjatnya saya melihat anak itu mengulurkan Rp 20.000,-
pemberian saya itu kepada seorang pengemis yang buta kedua-dua
matanya. Saya terkejut, saya hentikan mobil, memanggil anak
itu. “Kenapa Bang, mau beli kue kah?” tanyanya.

“Kenapa Adik berikan duit Abang tadi pada pengemis itu? Duit itu
Abang berikan ke Adik!” kata saya tanpa menjawab pertanyaannya.

“Bang, saya tak bisa ambil duit itu. Emak marah kalau dia tahu saya
mengemis. Kata emak kita mesti bekerja mencari nafkah karena Allah.
Kalau dia tahu saya bawa duit sebanyak itu pulang, sedangkan jualan
masih banyak, Mak pasti marah. Kata Mak mengemis kerja orang yang tak
berupaya, saya masih kuat Bang!” katanya begitu lancar. Saya heran
sekaligus kagum dengan pegangan hidup anak itu. Tanpa banyak soal
saya terus bertanya berapa harga semua kue dalam bakul itu.

“Abang mau beli semua kah?” dia bertanya dan saya cuma mengangguk.
Lidah saya kelu mau berkata. “Rp 25.000,- saja Bang….” Selepas dia
memasukkan satu persatu kuenya ke dalam plastik, saya ulurkan Rp
25.000,-. Dia mengucapkan terima kasih dan terus pergi. Saya
perhatikan dia hingga hilang dari pandangan.

Dalam perjalanan, baru saya terpikir untuk bertanya statusnya. Anak
yatim kah? Siapakah wanita berhati mulia yang melahirkan dan
mendidiknya? Terus terang saya katakan, saya beli kuenya bukan lagi
atas dasar kasihan, tetapi rasa kagum dengan sikapnya yang dapat
menjadikan kerjanya suatu penghormatan. Sesungguhnya saya kagum
dengan sikap anak itu. Dia menyadarkan saya, siapa kita sebenarnya.