tulisan

[just 4 share] Apa seh bekerja itu ………

“ETOS Kerja merupakan sikap mental dalam menghayati dan menghargai pekerjaan kita.

Dengan kata lain, etos kerja adalah semangat dan sikap mental yang selalu
berpandangan bahwa kualitas kerja kita di hari ini harus lebih baik daripada
hari kemarin, dan kualitas kerja kita di hari esok harus lebih baik daripada
kualitas kerja hari ini” — KH Adbullah Gymnasiar

Bagaimana dengan sikap kita selama ini dengan pekerjaan yang kita kerjakan ?
- Apakah kita sering Ngeluh?
- Apakah kita sering Ngedumel?
- Apakah kita sering Ngegosip?
- Apakah kita suka Ngomel
- APakah kita semua adalah orang yang Ngeyel?

JIka Anda adalah memiliki sikap seperti itu berarti Anda sedang memiliki masalah dengan etos kerja Anda.Yang jelas apapun masalah Anda dengan semangat atau etos kerja, pasti ada solusinya.
Cara terbaik untuk mengatasinya masalah Anda. Bagaimana caranya? yaitu dengan langsung membenahi
pangkal masalahnya, yaitu motivasi kerja. Itulah akar yang membentuk etos kerja.
Read More

Sedikit kisah tentang awal berdirinya Facebook (att to my sis “r1cc4″)

Dear teman2 sebangsa & setanah air,

Ramai ramai demam fesbuk ??? atau face book ?????

aku ada sedikit cerita tentang hal tsb karena kita lebih sering OL di fesbuk ketimbang di web kita sendiri, kenapa  ya kita nggak bisa meramaikan web kita dengan tulisan apapun yang penting bisa untuk menjadikan kita lebih berwawasan atau minimal kita jadi hoby menulis entah apapun tulisan dan arti tentang tulisan kita.

ini cuma sekedar saduran dari teman ku yaitu sis “r1cc4″

Seorang pemuda sebut saja Budi (bukan nama sebenarnya) ditemukan tergantung kaku di kamar tidurnya. Sang Ibulah yang pertama sekali menemukannya karena curiga sepanjang hari Budi tidak keluar dari kamarnya. Tidak ada tanda-tanda keanehan dalam diri anaknya menurut Sang Ibu. Hanya memang sudah sejak sebulan terakhir Budi sering kepergok lagi murung dan kadang menangis. Sang Ibu tidak menyangka Budi sampai senekat itu mengakhiri hidupnya hanya karena diputus oleh sang kekasih yang akan segera menikah dengan calon pilihan orangtuanya.

Sementara, di tempat lain ada seorang pemuda lagi yang mengalami penolakan dari gadis idamannya. Daripada membiarkan dirinya dicabik-cabik oleh perasaannya, maka ia kemudian melakukan aksi sakit hatinya dengan membuat sebuah situs dengan nama facemash.com alias si wajah perkedel.

Demi mendapatkan foto teman-temannya, khususnya yang cewek. Ia nekat menerobos sistem komputer kampusnya. Lalu hasil perburuannya tersebut diunggah ke dalam situs barunya. Kemudian ia memasang sistem yang membuat setiap pengunjung facemash.com agar dapat memberi peringkat pada setiap cewek.

Akibat perbuatannya, pemuda ini dihukum oleh pihak kampus. Tapi usahanya tidak sia-sia. Popularitas facemash.com langsung melonjak, hanya dalam waktu tiga minggu pertama jumlah mahasiswa yang mendaftar sudah mencapai 4.000 orang. Anda tentu sudah dapat menduga, inilah cikal bakal dari Facebook.com yang kini anggotanya sudah mencapai 116,4 juta orang.

Siapakah pemuda itu? Dialah Zuckerberg yang waktu itu ada di semester II di Harvard. Aksi membalas sakit hati pada gadis yang menolaknya malah memjadikannya seorang triliuner termuda di dunia dengan kekayaan US$1,5 miliar di usianya kini 24 tahun.

Dua kisah di atas memiliki persamaan yaitu pemuda yang sakit hati karena cintanya ditolak. Perbedaan dari kedua kisah di atas adalah yang satu membiarkan pikirannya dikuasai perasaan, sedangkan satunya lagi segera melepaskan belenggu perasaan pada pikirannya.Seringkali seseorang menjadi sakit dan menderita karena membiarkan perasaannya menguasai pikirannya. Tidaklah mengherankan karena pada dasarnya manusia adalah mahluk kinestetik. Salah satu cara agar sembuh dari permasalahan adalah dengan membebaskan pikiran dari perasaan yang membelenggunya kadang dengan cara menumpahkan segala unek unek dalam bentuk tulisan.

salam

aIs

Facebook dan YouTube Pada Jam Kerja Menjadikan Anda Karyawan yang Lebih Baik

Apakah Anda pernah tertangkap sedang menggunakan situs jejaring sosial semacam Facebook atau Twitter? Jangan khawatir, karena menurut sebuah studi dari Australia, mereka yang berselancar internet untuk hiburan pada jam kantor memiliki peningkatan produktivitas dibandingkan mereka yang tidak. leisure time

University of Melbourne melakukan studi dan menemukan bahwa orang-orang yang menggunakan Internet untuk keperluan pribadi rata-rata memiliki produktivitas 9% lebih tinggi daripada mereka yang tidak menggunakannya.

Penulis studi, Bren Coker, dari departemen management and marketing, mengatakan “workplace Internet leisure browsing,” atau WILB membantu mempertajam konsentrasi pekerja.

“Orang-orang perlu keluar sebentar untuk mendapatkan kembali konsentrasi mereka,” kata Coker pada situs universitas ( www.unimelb.edu.au/)

“Istirahat yang singkat dan ringan ,seperti berselancar di Internet memungkinkan pikiran untuk mengistirahatkan dirinya, yang menciptakan konsentrasi bersih yang lebih tinggi dalam sehari kerja, dan sebagai hasilnya, peningkatan produktivitas,” katanya.

Menurut studi yang dilakukan pada 300 pekerja, 70% pekerja yang menggunakan Internet pada jam kerja melakukan WILB.

Aktivitas WILB yang paling popular diantaranya adalah mencari informasi mengenai sebuah produk, membaca situs berita online, bermain game online dan menonton video di YouTube.

“Perusahaan sudah membuang jutaan dollar untuk software yang dapat memblokir akses karyawan untuk menonton video, menggunakan situs jejaring sosial atau berbelanja online dengan anggapan bahwa hal tersebut akan membebani biaya produktivitas bernilai jutaan dollar,” kata Coker. “Namun keadaan tidak selalu seperti itu.”

Namun, kata Coker studi ini dilakukan hanya kepada orang-orang yang menggunakan waktu berselancar kurang dari 20% dari total waktu kerja mereka di kantor.

“Mereka yang memiliki tingkah laku seolah kecanduan internet akan memiliki tingkat produktivitas yang lebih rendah daripada mereka yang tidak,” katanya.

Klik di sini untuk sumber artikel.